Minggu, 06 Februari 2011

MEMBELA AL-QUR'AN?BULLSHIT!




Inilah pernyataan yang paling menyesatkan dari seorang blogger yang akhir-kahir ini sangat meresahkan umat di dunia blogging. Dan ini, bukanlah pernyataannya yang pertama. Secara berturut-turut sebelumnya ia juga sudah melontarkan hal yang sama:


  • Alquran Dibakar? Syukur!
  • Alquran Dibakar tapi Tuhan Cuek Bebek
Lalu kenapa sekarang ia menyatakan bahwa membela Alquran itu omong kosong?

Simaklah petikan wawancara berikut:

Saya:
Kenapa anda begitu berani mengatakan bahwa segala aksi umat Islam terhadap pembakaran Alquran di Amerika itu sebagai omong kosong?

Blogger Sesat:
Karena yang mereka bela memang bukan Alquran.

Saya:
Lho? Maksudnya?

Blogger Sesat:
Kemaren kan sudah saya jawab. Yang dibakar itu hanya sebuah buku, sebuah kertas yang bertuliskan huruf arab. Dan kebetulan isinya penubuhan firman Tuhan dalam bentuk teks.

Saya:
Berarti kan memang Alquran itu yang dibela umat Islam. Dan itu memang disuruh sebagai bukti kecintaan kita kepada Islam. Memangnya anda tidak tersinggung terhadap hal itu?

Blogger Sesat:
Hahaha…!

Saya:
Lho kenapa anda malah tertawa?

Blogger sesat:
Dari alasan anda itu jelas anda bukan membela Alquran. Tapi membela harga diri anda sendiri yang rendah. Anda merasa tersinggung kan. Prilaku anda itu mirip dengan dua anak kecil yang meletakkan dua buah batu kecil di tanah. Masing-masing mereka menganggap satu batu sebagai lambing dari orang tuanya. Lalu ketika salah seorang dari mereka menginjak salah satu batu, maka temannya merasa kepala orang tuanyalah yang diinjak. Maka spontan dia marah. Bahkan mengamuk.

Nah, lebih kurang anda sama dengan itu.

Saya:
Wah tidak bisa. Itu beda. Ini kitab suci. Firman Tuhan. Agama. Agama Islam yang kita yakini. Masak sesutau yang kita yakini dibakar orang kita tidak tersinggung.

Blogger sesat:
Itu simbol. Bukan firman yang sebenarnya. Bukan agama yang sebenarnya. Bukan Tuhan. Setahu saya anda disuruh menyembah Tuhan. Mencintai Nabi. Mencintai ajaran agama Islam. Ingat ya: Mencintai ajaran Islam. Bukan mencintai kitab (buku) yang bernama Alquran.

Saya:
Ya kan sama?

Blogger sesat:
Oww …itu beda. Ajaran Islam itu sekumpulan nilai-nilai mulia yang harus anda amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun anda hafal ayat Alquran, meskipun anda juara lomba MTQ, meskipun anda menarok Alquran di atas loteng, dan ditambah meskipun anda mengamuk sambil berteriak Allahu Akbar terhadap pembakaran Alquran, TAPI

Ibadah anda, apalagi prilaku anda, centang prenang, maka anda pada hakikatnya tidak mengamalkan ajaran Islam. Tapi hanya MERASA Islam.

Karena Islam itu bukan teori. Tapi prakek. Ajaran yang memag untuk dipraktekkan. Kalau hanya sekedar teori, banyak yang lebih hebat dari anda. Orang beragama lain, para cendikiawan, orientalis dan soerang Islamis jauh lebh ahli teori Islam dari anda. Tapi mereka tidak beragama Islam. Mereka hanya MEMPELAJARI ilmu tentang Islam. Bukan MENGAMALKAN ajarannya.

Apalagi seperti anda. Menguasai ilmunya tidak, apalagi mengamalkannya. Yang anda lakukan baru mengung-agungkan simbol. Sama seperti mengaung-agungkan bendera Negara. Anda baru sekedar berteriak-teriak:

“Hei hei hei! Jangan dibakar! Itu Negara saya!”

Padahal itu cuma bendera. Cuma simbol. Tapi benarkah anda sudah membela Negara? Apa yang sudah anda lakukan untuk membela Negara?

Paling tinggi anda baru korupsi. Korupsi uang korupsi waktu korupsi barang-barang milik Negara, berusaha agar gratis untuk mebayar pajak dan sebagainya. Tapi kerja malas. Sering bolos.

Nah, lebih kurang begitu juga dengan pengakuan anda membela Alquran. Membela Islam. Apa benar yang anda bela itu sudah ajaran dari Alquran?

Saya:
(…… tertidur)

0 komentar:

Posting Komentar

Dark Anonymous © 2008 Template by:
SkinCorner